(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-87934942-1', 'auto'); ga('send', 'pageview'); Ahok hibahkan dana Rp 187 miliar buat pembangunan Kota Bekasi – Online Bekasi
Connect with us

Online Bekasi

Ahok hibahkan dana Rp 187 miliar buat pembangunan Kota Bekasi

News

Ahok hibahkan dana Rp 187 miliar buat pembangunan Kota Bekasi

Pemerintah DKI Jakarta hanya memberikan bantuan dana hibah kepada Kota Bekasi sebesar Rp 187 miliar. Nilai yang disetujui itu jauh dari yang diusulkan oleh daerah mitra di timur DKI tersebut senilai hampir Rp 1 triliun.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengatakan, tak mempersoalkan besaran dana hibah yang diterima dari DKI. Soalnya, meski jauh lebih kecil dari yang diusulkan, dana tersebut cukup membantu pembangunan di wilayahnya.

“Tapi, dana hibah tahun ini lebih besar dibanding tahun lalu. Tahun 2015, Kota Bekasi mendapatkan hibah sebesar Rp 98 miliar,” kata Rahmat, Kamis (22/9).

Rahmat mengatakan, dana hibah tahun lalu dipakai untuk pembangunan jalan di sisi selatan KH Noer Alie sebesar Rp 60 miliar, pembangunan jembatan Kalimalang di sekitar tol Bekasi Timur sebesar Rp 30 miliar, dan jembatan Cipendawa di Kecamatan Jatiasih sebesar Rp 8 miliar.

Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan, dana hibah tahun 2016 akan cair pada akhir bulan ini. Soalnya, APBD Perubahan DKI Jakarta sudah masuk ke meja Kementerian Dalam Negeri untuk diteliti.

“Setelah itu diserahkan ke DPRD DKI untuk dirapat paripurnakan menjadi APBD Perubahan,” kata Tri.

Tri mengatakan, pembangunan menggunakan dana hibah paling besar ialah pelebaran Jalan Raya Jatiasih dari Komsen ke pertigaan Pasar Rebo sepanjang 750 meter lebih. Jalan yang semula delapan meter akan dilebarkan menjadi 11 meter.

“Kebutuhan anggaran untuk pembebasan lahan sebesar Rp 40 miliar, sedangkan bangunan fisik mencapai Rp 90 miliar,” kata Tri.

Tri mengatakan, pelebaran jalan tersebut untuk menunjang operasional truk sampah DKI menuju TPST Bantargebang. Soalnya, dalam perjajian kerja sama truk sampah DKI diperbolehkan menggunakan jalur Jatiasih menuju TPST. Jalurnya keluar tol Jatiasih-Jalan Raya Jatiasih-Cipendawa-Siliwangi-TPST Bantarbenang.

“Jembatan sudah dilebarkan, sedangkan jalan baru Cipendawa juga sudah lebar,” katanya.

Klik untuk komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top