Connect with us

Online Bekasi

Wali Kota Minta Camat dan Lurah Tinjau Perizinan Tower BTS di Jatisampurna

News

Wali Kota Minta Camat dan Lurah Tinjau Perizinan Tower BTS di Jatisampurna

Online Bekasi – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meminta kepada aparatur di Kecamatan Jatisampurna dan Kelurahan Jatiraden untuk meninjau kembali proses perizinan pendiran menara telekomunikasi di wilayah tersebut.

Hal ini menyusul adanya penolakan dari warga terkait rencana pendirian menara milik PT. Mitrarel di RT 06 RW 06. Dimana, warga bernama Fikri yang mengirim surat langsung kepada orang nomor satu di Kota Bekasi.

“Camat dan lurah harus tetap berada di pihak yang netral,” kata Rahmat, Selasa (7/2).

Ia meminta agar mengecek kembali proses perizinan yang sedang ditempuh, lalu musyawarah dan mengumpulkan seluruh warga, baik yang setuju maupun yang menolak agar di kemudian hari tidak timbul masalah-masalah baru.

Camat Jatisampurna, Abi Hurairah menyampaikan bahwa proses perizinan sedang berlangsung dan saat ini tetangga sekitar lokasi rencana tower itu dibangun sebagian sudah menandatanganinya.

“Hanya beberapa yang belum menandatanganinya,” ujarnya. (adv)

Continue Reading
Baca juga...
1 Comment

1 Comment

  1. Fikri Syaukani

    7 Februari 2017 at 17:51

    Assalamu’alaikum Pak Walikota Bekasi yang saya hormati,

    Alhamdulillah hari ini Pak Wali bisa menyempatkan diri diwaktunya yang padat untuk datang ke lingkungan kami di Rt. 03 Rw. 06 Jati Raden.
    Saya bangga memiliki pemimpin seperti Bang Pepen yang peduli akan warganya. Suara kami sebagian warga yang tidak setuju dengan pembangunan menara merasa diberikan perhatian khusus oleh Pak Wali, meski jumlah kami jauh lebih sedikit dibandingkan dengan warga yang setuju.
    Kami yang tidak setuju adalah orang-orang yang rumahnya Ring 1 atau berdekatan dan bersentuhan langsung dengan posisi menara yang akan dibangun. Sementara mereka yang setuju adalah pemilik lahan dan warga yang tinggal berjauhan dengan menara.
    Kami sebetulnya bukan warga yang anti dengan pembangunan di Kota Bekasi, justru kami adalah orang-orang yang sangat mendukung pembangunan dan kemajuan di Kota Bekasi yang kami cintai. Ketidaksetujuan kami didasari beberapa hal, selain faktor keselamatan yang menjadi poin utama, cara pengembang dalam melanggengkan tujuannya membangun menara sungguh tidak *BERADAB* dan tidak *MANUSIAWI*. Kami warga dipaksa untuk memberikan persetujuan bahkan kami di *INTIMIDASI* dan *DIANCAM* jika tidak memberikan persetujuannya. Bahkan saya pernah akan di keroyok oleh warga dan oknum LSM saat dilangsungkannya dialog di Kantor Kelurahan Jati Raden beberapa waktu yang lalu karena mengungkapkan ketidaksetujuan pembangunan. Akibat tindakan itu membuat saya dan keluarga terancam oleh *TEROR* yang ditujukan kepada saya.
    Melalui surat ini, saya memohon kepada Bang Pepen untuk memberikan solusi yang bijak atas masalah yang terjadi di lingkungan kami. Insya Allah Bang Pepen bisa berlaku adil bagi kami dan dapat meninjau kembali pemberian Izin untuk pembangunan Menara. Karena meski masih belum mengantungi 100% persetujuan dari warga, hari ini ternyata proses pembangunan menara sudah mulai akan dilakukan. Kami belum mengetahui apakah Pemkot Bekasi sudah memberikan izinnya atau belum, dan sebagai informasi tambahan menara yang akan dibangun adalah menara setinggi *40 METER* dan sepengetahuan kami menara dengan ketinggian 40 meter sudah tidak diberikan izin oleh Pemkot Bekasi untuk pembangunannya karena adanya *MORATORIUM*.
    Demikian Pak Wali yang kami hormati, Insya Allah surat ini bisa menjadi pertimbangan Pak Wali untuk meninjau kembali atau untuk tidak menerbitkan izin pembangunan menara.

    Jazakumullah Katsiron
    Wassalamu’alaikum Warrahmatullahhiwabarakatuh

    Hormat Saya

    Fikri Syaukani

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top