Connect with us

Online Bekasi

Sardi Perjuangkan Kenaikan Anggaran Bosda SMP dan SD Negeri Serta Meminta Agar Pencairan Dilakukan di Sekolah

News

Sardi Perjuangkan Kenaikan Anggaran Bosda SMP dan SD Negeri Serta Meminta Agar Pencairan Dilakukan di Sekolah

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi

BEKASI – Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi berharap KUA PPAS tahun 2023 memperjelas Anggaran BOSDA SMP Negeri. Saat ini kata Sardi anggaran Bosda persiswa SMP Negeri di Kota Bekasi baru Rp 90 ribu.


Doktor di bidang pendidikan ini berharap dan sedang memperjuangkan anggaran Bosda SMP Negeri di KUA PPAS 2023 menjadi Rp 100 ribu.


“Kami meminta anggaran Bosda SMP Negeri menjadi 100 ribu, hal ini agar operasional sekolah dapat berjalan dengan baik begitu juga untuk Sekolah Dasar Negeri masa dari dulu cuma 30 ribu,”ucap Sardi kepada onlinebekasi.com.


Sardi pun menyarankan agar proses mekanisme pencairan agar langsung ke sekolah SMP Negeri dan SD Negeri, dan  jangan lagi terkonsentrasi di Dinas Pendidikan.


“Agar persoalan-persoalan dan permasalahan disekolah dapat segera diatasi,”tukasnya.


Untuk memudahkan mekanisme pencairan, Sardi menyarankan agar pihak Inspektorat Kota Bekasi membuat mekanisme dan mengawal pencairan BOSDA ke sekolah.


“Ini mumentum sangat tepat ini dibenahi tentang Bosda, ini karena bertepatan dengan PPDB,”bebernya.


Dengan mekanisme proses pencairan ke sekolah serta ditambahnya anggaran Bosda persiswa, hal ini juga kata Sardi akan menjadi solusi dalam hal penambahan tenaga pengajar di sekolah.


“Seperti kekurangan guru saat ini agar langkah-langkah strategis dapat diambil oleh para kepala sekolah,”pintanya.

Sardi menambahkan polemik PPDB dengan berbagai persoalan yang dihadapi Sekolah Negeri dapat teratasi dengan Bosda yg cair tepat waktu.
“jangan berberbelit-belit atau ruwet dalam mekanismenya,”ketusnya.


Tak luput, Sardi pun meminta agar Dinas Pendidikan Kota Bekasi  membenahi persoalan Bosda dan para kepala sekolah disiapkan untuk menerima langsung Bosda.


“Masa kalah dengan kabupaten/ kota lain yang bosdanya sudah langsung dicairkan ke sekolah-sekolah,”ujarnya.


Pandangan Sardi agar Bosda dicairkan langsung di sekolah hal ini kata dia karena ujung tombak peningkatan mutu pendidikan ada disekolah tempat para guru mengajar dan mendidik.


“Saya minta anggaran bosda SMP Negeri dan SD Negeri dapat diserap serta direalisasikan untuk operasional sekolah. Hal ini karena sangat membantu kepsek dalam tata kelola sekolah dengan segala kebutuhannya,”jelasnya.


Sardi pun sempat menerima laporan salah satu warga yang anaknya sekolah di salah satu SMP Negeri di bilangan Agus Salim Bekasi Timur.

Dimana kata dia ruangan kelasnya sangat miris dengan kondisi pendingin ruangan tidak berfungsi, kipas angin pun tidak hidup serta kerap bocor saat musim penghujan.

“Dinas pendidikan kita dapat menyerap anggaran Bosda ini karena dibutuhkan oleh para kepsek untuk operasional sekolah yang cukup besar. Jangan sampai ada sekolah yg listriknya diputus lagi karena tidak bayar ke PLN,” tutup Sardi dan kembali berpesan agar jangan lagi pengelolaan Bosda di Dinas Pendidikan lagi, karena terlalu panjang birokrasi pencairannya. (muh)

Continue Reading
Baca juga...
Klik untuk komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top