Connect with us

Online Bekasi

Terkait Dampak Kenaikan Harga BBM, Ini Solusi dan Pandangan Puspa Yani Untuk Hindari Potensi Gejolak di Masyarakat

Bisnis

Terkait Dampak Kenaikan Harga BBM, Ini Solusi dan Pandangan Puspa Yani Untuk Hindari Potensi Gejolak di Masyarakat

Foto : Ketua Fraksi Partai Gerindra Kota Bekasi Puspa Yani. (ist)

BEKASI – Pemerintah secara resmi telah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) baik yang subsidi maupun non subsidi pada sabtu (3/9) kemarin.

Dari dampak kenaikan BBM tersebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat sebagai bentuk pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Adapun bantuan yang disiapkan pemerintah sebesar Rp24,17 triliun.

Menyikapi dampak kenaikan harga BBM dengan pengalihan melalui bantuan sosial (bansos), Ketua fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi Puspa Yani memberikan pandangannya dalam rangka memberikan masukan serta saran agar kebijakan tersebut berjalan sesuai harapan dan menghindari adanya gejolak di tengah masyarakat.

“Kami apresiasi pemerintah dengan adanya program bantuan kepada masyarakat dampak kebijakan kenaikan BBM kemarin. Namun begitu kami pun memberikan catatan terkait proses penyaluran bantuan sosial,”ucap Puspa kepada onlinebekasi.com senin (5/9).

Puspa menuturkan bahwa penerima bantuan sosial jangan dibatasi hanya mereka yang merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Padahal dampak dari covid 19 banyak masyarakat yang mendadak miskin dan banyak juga warga yang memang sebelum covid masuk kategori keluarga kurang mampu,”ujar dewan dapil Pondok Gede dan Pondok Melati ini.

Selain itu, Puspa pun meminta kepada Dinas Sosial Kota Bekasi selaku OPD yang mendata peserta yang mendapatkan bantuan harus berperan aktif dalam proses pendataan dengan mengedepankan transparansi dan akuntabel.

“Jadi jangan sampai terjadi lagi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang menerima orangnya itu-itu juga, harus ada pemutakhiran data oleh Dinsos,”pinta Puspa dengan tegas.

Kemudian bukan hanya dari segi program bantuan sosial saja yang menjadi perhatian Puspa akibat dampak dari kebijakan kenaikan harga BBM. Puspa yang merupakan dewan perempuan, kerap menerima keluhan dari kaum perempuan khususnya ibu-ibu yang mengeluhkan harga bahan kebutuhan pokok meningkat drastis akibat dari kenaikan BBM tersebut.

“Inflasi pasti akan terjadi karena daya beli masyarakat yg menurun,”jelasnya lagi.

Dengan adanya dampak inflasi akibat kenaikan harga bbm tersebut, Puspa meminta agar Pemkot Bekasi harus juga memiliki solusi konkret.

“Sejauh mana kemampuan pemkot bekasi mengahadapi ini (inflasi),”tukasnya lagi.

Dengan adanya antisipasi dan kebijakan yang tepat dari pemerintah pusat dan pemerintah Kota Bekasi, kata Puspa hal ini akan menghindari adanya potensi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Khawatir terjadi potensi gejolak sosial di masyarakat akibat dampak kenaikan bbm, maka keamanan harus juga di tingkatkan dan juga pemerintah harus hadir untuk mengatisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,”pungkasnya. (ADV PARLEMENTARIA)

Klik untuk komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top