Connect with us

Online Bekasi

Bom Kampung Melayu: Bripda Taufan dan Duren Paling Besar Buat Sang Ibu

News

Bom Kampung Melayu: Bripda Taufan dan Duren Paling Besar Buat Sang Ibu

Online Bekasi – Asiah, ibunda Bripda Taufan Tsunami tak mempunyai firasat apapun sebelum kejadian bom bunuh diri di halte Busway Kampung Melayu. Dalam kejadian itu, sedikitnya tiga polisi meninggal dunia, termasuk anaknya.

“Jam tujuh malam sempat menelepon saya, Umi lagi ngapai? saya bilang lagi duduk-duduk di depan rumah,” kata Asiah di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur usai prosesi pemakaman jenazah anaknya, Kamis (25/5).

Lantas Asiah menanyakan kondisi tempatnya bertugas, karena terdesar suara berisik. Taufan, kata dia, menginformasikan bahwa sedang bertugas di dekat kantornya.

“Umi pesan apa? mau duren, nanti dibawain duren yang paling gede,” katanya.

Usai berkomunikasi melalui sambungan telepon tersebut, Asiah tak mempunyai firasat apapun. Asiah lalu masuk ke dalam rumah.

Keluarga akhirnya mendapatkan kabar setelah ada peristiwa bom bunuh diri. Dimana dalam kejadian itu, Bripda Taufan menjadi salah satu korban diantara tiga polisi yang meninggal dunia.

“Anaknya baik, penurut sama orang tua. Saya sudah iklas, dia meninggal dunia dalam kondisi bertugas, menjalankan perintah pimpinannya dan negara,” kata dia.

Bripda Taufan menjadi sasaran bom bunuh diri ketika mengamankan pawai obor di sekitar halte Busway Kampung Melayu, Jakarta Timur. Selain Taufan, dua anggota polisi Sabhara yang meninggal antara lain, Bripda Ridho Setiawan dan Bripda Gilang Adinata.

Jenazah Bripda Taufan sudah dimakamkan secara kedinasan di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Hadir dalam pemakaman itu, Wakil Kepala Polda Metro Jaya, Brigjen Suntana, dan sejumlah perwira menengah di jajaran Polda Metro Jaya. (fiz)

Continue Reading
Baca juga...
Klik untuk komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top