Connect with us

Online Bekasi

Dokter Spesialis Saraf Eka Hospital Bekasi: Migrain Berbeda dengan Sakit Kepala Biasa

Kesehatan

Dokter Spesialis Saraf Eka Hospital Bekasi: Migrain Berbeda dengan Sakit Kepala Biasa

Onlinebekasi.com – Migrain sering dianggap sama dengan sakit kepala biasa, padahal kedua kondisi memiliki perbedaan mendasar. Hal ini disampaikan dr. Novrialdi Kesuma Putra, Sp.N, Spesialis Saraf dari Eka Hospital Bekasi.

Menurut dr. Novrialdi, migrain terasa berdenyut dan umumnya terjadi di satu sisi kepala. Penderitanya juga lebih sensitif terhadap cahaya dan suara.

“Umumnya migrain mereda dalam 4 jam, namun bisa bertahan berhari-hari jika tidak ditangani dengan tepat. Jika sakitnya tetap terasa atau semakin parah, segera berkonsultasilah dengan dokter,” saran dr. Novrialdi.

Peebedaan utama sakir kepala biasa dan Migrain yakni:

  • Lokasi nyeri: Sakit kepala biasa menyebar ke seluruh kepala; migrain hanya di satu sisi
  • Tipe nyeri: Sakit kepala biasa terasa ditekan/berat; migrain berdenyut
  • Intensitas: Sakit kepala biasa dari ringan hingga berat; migrain dari sedang hingga sangat berat
  • Durasi: Sakit kepala biasa 5 menit hingga 4 jam; migrain 4 jam hingga beberapa hari
  • Pemicu: Sakit kepala biasa dipicu stres, mata lelah, atau otot tegang; migrain bisa dipicu kecemasan, kurang tidur, perubahan hormon, hingga perubahan cuaca

Ada dua jenis migrain, pertama migrain aura;
disertai sensasi 10-30 menit sebelum serangan, seperti kesulitan konsentrasi, melihat kilatan cahaya, atau kesemutan di wajah/tangan. Jenis ini sekitar 15-20 persen kasus.

Kedua migrain tanpa aura; tdak ada sensasi awal dan merupakan jenis yang paling banyak ditemui, sekitar 80-85 persen kasus.

Faktor genetik dan lingkungan menjadi penyebab utama. Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko:

  • Perubahan hormon pada wanita
  • Konsumsi alkohol dan kafein berlebihan
  • Stres dan rangsangan sensorik berlebihan
  • Pola tidur tidak teratur
  • Makanan yang mengandung tyramine, MSG, atau aspartam

“Jika salah satu orang tua memiliki migrain, risiko anak meningkat hingga 40 persen,” tambah dr. Novrialdi.

Saat serangan terjadi ada beberapa cara pennaganan dan pencegahan :

  • Konsumsi obat pereda nyeri sesuai dosis
  • Istirahat di ruangan tenang dan gelap
  • Kompres hangat/dingin pada kepala
  • Minum cukup cairan

Untuk pencegahan:

  • Jaga pola tidur, makan, dan aktivitas fisik teratur
  • Kelola stres dengan baik
  • Hindari faktor pemicu yang diketahui
  • Konsumsi obat pencegah sesuai resep dokter

(Fahmi)

Klik untuk komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top