OnlineBekasi.com – Puluhan sopir angkutan kota (angkot) melakukan aksi protes terhadap keberadaan bus TransBeken, menyusul peluncuran armada baru oleh Pemerintah Kota Bekasi di Stadion Patriot Candrabhaga, Selasa (10/2/2026).
Salah satu sopir, Gani (32), mengaku keberatan dengan bus TransBeken karena dinilai mengurangi pendapatan sopir angkot secara signifikan.
“Hampir 70 persen penghasilan kami sudah berkurang. Banyak sopir yang mengeluh karena keluarga harus tetap makan,” kata Gani di lokasi.
Menurut Gani, bus TransBeken yang dikelola Pemkot Bekasi berada di trayek yang sama dengan angkot K11 dan K25, sehingga membuat pendapatan sopir makin menipis.
Selain itu, mereka juga tetap harus menyetor ke pengusaha angkot, yang semakin memberatkan kondisi ekonomi mereka.
“Mencari setoran saja sudah sulit. Dengan tambahan bus TransBeken, bagaimana kami bisa mencukupi kebutuhan keluarga?” ujarnya.
Gani menambahkan bahwa para sopir tidak mendapatkan sosialisasi sebelum TransBeken diluncurkan.
Mereka meminta Pemkot membuka dialog dan mempertimbangkan integrasi trayek, termasuk kemungkinan konversi angkot ke sistem transportasi baru.
“Kami hanya minta keadilan. Jika belum ada solusi, sebaiknya TransBeken belum dijalankan. Kami ingin bekerja mencari nafkah dengan cara yang benar,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menilai aksi unjuk rasa merupakan bentuk demokrasi dan aspirasi masyarakat.
Ia menekankan bahwa bus TransBeken hadir sebagai solusi transportasi modern sekaligus meningkatkan peluang pendapatan sopir dengan hadirnya lebih banyak penumpang.
“Bus ini berpotensi menarik penumpang baru, terutama mereka yang sebelumnya menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi lain yang lebih mahal, seperti ojek online,” ujar Tri.
