Connect with us

Online Bekasi

Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi Beroperasi Juli Mendatang, Sasar Anak dari Golongan Miskin Ekstrem

News

Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi Beroperasi Juli Mendatang, Sasar Anak dari Golongan Miskin Ekstrem

OnlineBekasi.com – Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan program Sekolah Rakyat, yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto, akan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru Juli 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja memastikan sudah menyiapkan lahan seluas sekitar 5,4 hektare untuk mendukung pembangunan sekolah yang dikerjakan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

“Dari pemerintah daerah kita menyiapkan lahan sekitar 5 hektare lebih. Pembangunannya dilakukan oleh PU, sedangkan daerah menyiapkan tanah dan dukungan infrastrukturnya,” kata Asep dalam keterangannya, Selasa.

Nantinya, Sekolah Rakyat ini tidak hanya untuk siswa baru, melainkan juga untuk anak-anak putus sekolah guna kembali mengenyam pendidikan formal.

“Ada yang usianya 13 tahun masuk SD karena sebelumnya putus sekolah. Anak-anak seperti itu akan kita tarik kembali untuk sekolah,” kata dia.

Sasaran program ini juga akan menyasar masyarakat dari kategori desil 1 dan desil 2, yakni kelompok keluarga miskin dan miskin ekstrem berdasarkan data pemerintah pusat.

“Yang diverifikasi itu desil 1 dan desil 2. Jadi bukan masyarakat yang sudah mapan. Kita prioritaskan anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk yang putus sekolah,” jelasnya.

Untuk tahap awal, Kabupaten Bekasi mendapatkan kuota 270 siswa yang dibagi dalam sembilan rombongan belajar, masing-masing tiga rombel untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

“Total kuotanya 270 siswa. SD 90 siswa, SMP 90 siswa, dan SMA 90 siswa,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi Alamsyah mengatakan, persiapan program telah dilakukan sejak April 2025, mulai dari penyediaan lahan hingga perizinan.

“Mulai dari tata ruang, lingkungan, amdalalin, drainase dan lainnya sudah dipersiapkan. Tugas berikutnya adalah menyiapkan calon siswa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses pendataan dilakukan berdasarkan data Kementerian Sosial yang kemudian diverifikasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Berdasarkan data sementara, terdapat 38.180 keluarga kategori desil 1 dan 47.058 keluarga kategori desil 2 di Kabupaten Bekasi yang berpotensi menjadi sasaran program.

Alamsyah menambahkan, seluruh biaya pendidikan di Sekolah Rakyat akan ditanggung pemerintah.

“Gratis dari awal masuk sampai lulus. Bahkan fasilitas penunjang juga disiapkan,” kata Alam.

Klik untuk komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top