OnlineBekasi.com – Pemerintah Kota Bekasi memastikan akan mendorong percepatan realisasi bantuan pembangunan flyover melalui skema Bantuan Presiden (Banpres) di Jalan Ampera Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, mengatakan komunikasi dengan Pemerintah Pusat soal pembangunan flyover sebenarnya telah dilakukan.
Namun, guna mempercepat proyek tersebut bisa berjalan, pihaknya akan kembali meminta ke pusat.
“Bantuan ini sudah dikomunikasikan ke kami, dan dalam waktu dekat akan kami tindak lanjuti untuk percepatan,” ujar Bobihoe kepada wartawan dikutip Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, pembangunan flyover menjadi kebutuhan untuk mengurangi potensi kecelakaan di titik-titik perlintasan kereta api yang masih sebidang.
Ia menegaskan, insiden tabrakan kereta antara Argo Bromo Anggrek dan KRL yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur bisa menjadi pengingat bahwa infrastruktur penunjang keselamatan perlu segera direalisasikan.
“Kami paham ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama supaya tidak terjadi kecelakaan kereta api lagi,” kata Harris.
Terkait bentuk bantuan, Pemerintah Kota Bekasi tidak secara spesifik meminta dalam bentuk anggaran, melainkan lebih mendorong realisasi pembangunan fisik secara langsung.
Menurutnya, langkah tersebut dinilai lebih efektif untuk menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Kalau harapan kami tentu dalam bentuk fisik saja,” kata dia.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad sebelumnya mengungkap adanya usulan percepatan pembangunan Flyover Bulak Kapal di Kota Bekasi pasca kecelakaan maut kereta api di perlintasan sebidang Bekasi Timur pada April 2026 lalu.
Saat meninjau lokasi kejadian, Dasco mengaku langsung berkomunikasi dengan Presiden Prabowo Subianto terkait permintaan bantuan pembangunan flyover dari Pemerintah Kota Bekasi.
“Tadi kita sudah telepon Presiden. Wali Kota Bekasi meminta bantuan Rp200 miliar untuk membangun flyover di sini,” kata Dasco Maret lalu.
