OnlineBekasi.com — Warga Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, mengeluhkan terhentinya pasokan air bersih dari Perumda Tirta Patriot sejak Jumat (3/10/2025).
Akibatnya, sejumlah warga terpaksa membeli air galon isi ulang untuk kebutuhan sehari-hari, bahkan ada yang mengaku tidak mandi selama tiga hari terakhir.
Eti (55), warga RT 08 RW 18, mengatakan dirinya harus membeli air isi ulang hingga 10 galon untuk memenuhi kebutuhan air bersih di rumah.
“Untuk satu galon harganya Rp5.000, jadi kemarin (5/10) beli 10 kali, totalnya Rp50.000,” ujar Eti kepada wartawan, Senin (6/10/2025).
Ia mengaku tidak mengetahui penyebab pasti matinya aliran air karena tidak ada pemberitahuan dari pihak Perumda Tirta Patriot.
Karena keterbatasan air, ia harus berhemat dalam penggunaannya.
“Jadinya sekarang cuma cuci muka sama untuk keperluan buang air. Kalau mandi, di rumah kami enggak mandi,” kata Eti.
Kondisi tersebut membuat warga terpaksa menggunakan air galon yang sebenarnya diperuntukkan untuk konsumsi, bukan kebutuhan MCK.
Warga lain, Andre (29), juga mengaku kesulitan menjaga kebersihan rumah akibat air yang tidak mengalir.
“Rumah tidak dibersihkan dan piring kotor menumpuk karena penggunaan air perlu diirit,” jelas Andre.
Sementara itu, Lurah Aren Jaya, Pra Fitria Angelia atau Pipit, menjelaskan bahwa gangguan pasokan air tidak terjadi di seluruh wilayah, melainkan hanya di beberapa RW saja.
Ia menegaskan bahwa pihak kelurahan terus menyalurkan laporan warga kepada Perumda Tirta Patriot, namun penanganan teknis sepenuhnya berada di pihak PDAM.
“Kami hanya menampung laporan warga untuk diteruskan ke Perumda Tirta Patriot. Warga juga kami arahkan untuk melapor langsung ke unit pelayanan agar bisa segera mendapat suplai air dari mobil tangki,” ujarnya.
Adapun dari total 22 RW di Kelurahan Aren Jaya, hanya sebagian kecil wilayah yang mengalami kendala pasokan air bersih.
“Tidak semua RW terhenti alirannya, hanya beberapa titik saja yang mengalami kendala,” pungkas Pipit.
