Connect with us

Online Bekasi

DLH Sebut Pencemaran Kali Bekasi Diduga Berasal dari Kabupaten Bogor, Begini Kronologinya

News

DLH Sebut Pencemaran Kali Bekasi Diduga Berasal dari Kabupaten Bogor, Begini Kronologinya

OnlineBekasi.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mengungkap kronologi dugaan pencemaran yang menyebabkan air Kali Bekasi menghitam dalam beberapa pekan terakhir akibat pencemaran yang diduga berasal dari wilayah Kabupaten Bogor.

Kepala DLH Kota Bekasi Kiswatiningsih mengatakan, laporan pertama diterima pada Minggu (19/7/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, Lurah Bantargebang menghubungi tim DLH Kota Bekasi dan melaporkan kondisi Sungai Cileungsi yang berubah menjadi hitam pekat.

“Dimulai dari tanggal 19 Juli yaitu Minggu malam kurang lebih pukul 20.00, Pak Lurah Bantargebang mengontak tim saya menginformasikan bahwa Sungai Cileungsi ini hitam pekat,” ujar Kiswatiningsih kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim UPTD Laboratorium Lingkungan bersama Pasukan Katak mengambil sampel air di sejumlah titik pada 20 Juli 2026.

Sampel itu diambil mulai dari Delta Pekayon, Jembatan Kemang Pratama, Bantargebang, hingga Cipendawa guna mengetahui kualitas air di sepanjang aliran sungai.

Dua hari berselang atau pada 22 Juli 2026, DLH kembali menerima laporan serupa dari wilayah Bekasi Utara. 

Tim lalu mengecek ke lokasi sekaligus menelusuri aliran sungai dari wilayah Kota Bekasi hingga perbatasan Kabupaten Bogor. 

Penelusuran bahkan dilakukan sampai kawasan Cluster Ontario, Kota Wisata, dengan pengambilan sampel di sejumlah titik.

Menurut Kiswatiningsih, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan karakteristik pencemar di wilayah Kabupaten Bogor sama dengan yang ditemukan di Kota Bekasi.

“Kita harus wajib membuktikan antara sampel air yang di Kabupaten Bogor kemudian dengan yang diambil di Kota Bekasi di perbatasan sama atau tidak. Itu harus kita buktikan, jangan sampai dianggap bahwa Kota Bekasi menuduh tetangga sebelah,” katanya.

Hasil pengujian laboratorium kemudian menunjukkan karakteristik parameter pencemar dari sampel air di wilayah Kabupaten Bogor identik dengan sampel yang masuk ke Kali Bekasi. 

Kesamaan parameter juga ditemukan pada hasil uji sampel yang diambil pada 20 Juli dan 22 Juli.

Selain itu, DLH mencatat pergerakan pencemaran terus mengarah ke hilir. Pada 20 Juli kondisi air hitam pekat terpantau di sekitar Kemang Pratama, Bekasi Selatan. 

Sementara dua hari kemudian, kondisi serupa telah mencapai wilayah Bekasi Utara.

“Dari hasil sampel yang diuji oleh Lab Lingkungan DLH, diketahui dari sampel air di daerah Kabupaten Bogor kemudian dibandingkan dengan yang masuk Kali Bekasi, karakteristik sumber pencemar atau parameternya sama. Jadi yang di Kabupaten dan di Kota Bekasi itu sama, berarti sumbernya dari Kabupaten Bogor,” jelas dia.

Kiswatiningsih menambahkan, fenomena air Kali Bekasi menghitam bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan data DLH Kota Bekasi, kondisi serupa kerap muncul saat puncak musim kemarau. 

Sementara berdasarkan catatan Komunitas Peduli Ciliwung dan Cileungsi (KP2C), kejadian tersebut telah berulang sejak 2019.

Atas temuan tersebut, DLH Kota Bekasi telah melaporkan hasil penelusuran kepada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, serta Pemerintah Kabupaten Bogor. 

Koordinasi lanjutan juga akan dilakukan agar dugaan sumber pencemaran dapat segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

“Nah hari ini tidak akan hanya berhenti dalam sore ini. Kami juga akan segera melakukan tindak lanjut ke DLH Kabupaten Bogor,” pungkas Kiswatiningsih.

Klik untuk komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top