Connect with us

Online Bekasi

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai di Kota Bekasi, Disdik Mulai Pertimbangkan PJJ

News

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai di Kota Bekasi, Disdik Mulai Pertimbangkan PJJ

OnlineBekasi.com – Dinas Pendidikan Kota Bekasi mulai mempertimbangkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) seiring dengan sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang mulai masuk ke Kota Bekasi.

Dalam Surat Edaran Nomor: 100.3.4/3/DISDIK.PTK tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Abu Vulkanik yang ditujukan seluruh Kepala Satuan Pendidikan Negeri dan Swasta se-Kota Bekasi, PJJ dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan.

“Apabila kondisi lingkungan tidak memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka secara aman, sekolah dapat melaksanakan PJJ sesuai dengan kesiapan masing-masing,” demikian keterangan dalam SE tersebut dikutip Senin (7/8/2026).

Dalam SE juga disebutkan bahwa Kepala Satuan Pendidikan dapat melakukan penyesuaian kegiatan pembelajaran secara situasional dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan keselamatan.

Kepala sekolah juga diminta untuk berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Bekasi dan instansi terkait jika terdapat kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Selain opsi PJJ, Disdik Kota Bekasi juga mendorong untuk memberi perhatian khusus terhadap warga sekolah yang rentan dan warga diminta untuk datang ke fasilitas kesehatan terdekat jika ada keluhan akibat abu vulkanik.

“Lindungi warga sekolah: menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta menjaga kebersihan ruang kelas dan lingkungan pendidikan,” tulis keterangan dalam SE.

Sebelumnya, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meminta masyarakat Kota Bekasi tidak panik dan tetap tenang menyikapi sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau yang mulai terbawa angin hingga ke wilayah Kota Bekasi.

Ia mengatakan bahwa hingga saat ini kondisi Kota Bekasi masih aman dan terkendali.

“Warga tidak perlu panik. Sampai saat ini situasi masih aman dan terkendali, tidak ada dampak signifikan yang kami terima,” kata Tri dalam keterangannya.

Berdasarkan pemantauan, belum terdapat laporan dampak signifikan terhadap masyarakat.

Warga pun juga diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker dan kacamata guna menghindari paparan abu secara langsung, khususnya bagi lansia dan anak.

“Dan yang perlu mendapat perhatian lebih adalah anak-anak, lansia, serta warga yang sensitif terhadap kualitas udara,” ungkapnya

Klik untuk komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top