Connect with us

Online Bekasi

Banyak Nelayan Indonesia Masih Gunakan Alat Komunikasi Ilegal, Dampaknya?

Bisnis

Banyak Nelayan Indonesia Masih Gunakan Alat Komunikasi Ilegal, Dampaknya?

Dirjen SDPPI Kominfo Ismail

Online Bekasi.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) mengingatkan kepada nelayan agar tidak menggunakan alat komunikasi yang bukan untuk pelayaran.

“Ada ribuan nelayan kita, memerlukan sistem komunikasi, namun mereka menggunakan perangkat tidak sesuai dengan peruntukannya,” kata Dirjen SDPPI Kominfo Ismail di sela sosialisasi Tepat Menggunakan Alat Telekomunikasi di Bekasi, Senin (13/8).

Menurut dia, perangkat yang dipakai para nelayan yang tidak sesusai dengan peruntukannya mempunyai potensi mengganggu perangkat lain termasuk penerbangan. Karena itu, pihaknya perlu mensosialisasikan lebih kepada publik agar menggunakan perangkat telematika yang sudah bersertifikasi.

“Yang menggunakan stasiun radio, kami mengimbau agar mengurus izin,” ujarnya.

Ia mengatakan, mengurus izin stasiun radio cukup mudah, bahkan hanya memerlukan waktu sehari. Ia menambahkan, setiap tahun, pihaknya menerbitkan sekitar 3.500 sertifikat bagi perangkat telematika.

“Dari sekian banyak, mungkin ada beberapa persen perangkat yang hadir di masyarakat tanpa ada sertifikasi,” ujarnya.

Karena itu, perangkat tak bersertifikast Kominfo, pihaknya tak bisa menjamin dari segi kualitas. Justru perangkat yang beredar tersebut berpotensi mengganggu baik kesehatan hingga penerbangan.

“Kami pernah mendapatkan aduan dari penerbangan Internasional yang terganggu karena alat komunikasi pelayaran tidak sesuai dengan peruntukannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, paling banyak nelayan yang menggunakan perangkat komunikasi tak bersertifikat di wilayah Pantura Jawa, dan Indonesia Timur. Karena itu, pihaknya menggandeng Kementerian KKP, Pemerintah Daerah untuk menekan penggunaan perangkat ilegal. (fiz)

Continue Reading
Baca juga...
Klik untuk komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top