Infobekasi.co.id – Diabetes kini menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Penyakit ini menempati urutan ketiga penyebab kematian terbanyak setelah stroke dan penyakit jantung, dengan prediksi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kasusnya akan melonjak drastis pada tahun 2030 mendatang.
Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk gencar melakukan edukasi dan pencegahan, salah satunya dilakukan oleh Eka Hospital Bekasi melalui kegiatan pertemuan pasien dan talkshow kesehatan bertajuk “Gula Sehat, Kaki Selamat” yang digelar pada Minggu (10/5/2026).
“Pengelolaan diabetes harus dilakukan secara menyeluruh dan dimulai sejak dini, tidak hanya soal pengobatan medis, tetapi juga perubahan gaya hidup agar terhindar dari komplikasi berisiko,” ujar Direktur Eka Hospital Bekasi, dr. Liong Ajub, MM, saat membuka acara tersebut.
Kegiatan ini digelar sebagai wujud kepedulian meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai cara mengelola diabetes dengan tepat serta langkah-langkah pencegahan gangguan kesehatan dapat mengancam nyawa. Acara dikemas dalam bentuk penyuluhan medis dan senam sehat, serta menghadirkan dua narasumber ahli, yakni dokter spesialis penyakit dalam dr. Melisa Diah Puspitasari, Sp.PD, dan dokter spesialis bedah vaskular dr. Hendra Wibowo, Sp.BVE(K).
Dalam pemaparannya, kedua tenaga medis menekankan pentingnya pengendalian kadar gula darah dan deteksi dini gangguan pembuluh darah. Masalah pembuluh darah yang terganggu diketahui menjadi penyebab utama munculnya luka pada kaki ataudikenal sebagai kaki diabetik. Jika tidak ditangani dengan medis yang benar, kondisi ini dapat berkembang menjadi komplikasi serius hingga berujung pada risiko amputasi.
Para peserta yang hadir mendapatkan wawasan lengkap, mulai dari cara menjaga gula darah agar tetap terkontrol, penerapan pola hidup sehat, hingga tahapan penanganan medis yang diperlukan. Selain sesi diskusi dan tanya jawab, kegiatan juga dimeriahkan dengan senam bersama sebagai bentuk imbauan agar masyarakat menerapkan gaya hidup aktif untuk mendukung pengendalian penyakit secara mandiri.
Menyikapi tingginya angka penderita diabetes di Indonesia, Eka Hospital telah mengembangkan layanan unggulan bernama Diabetes Connection Care (DCC) sejak tahun 2020. Layanan ini merupakan pusat penanganan diabetes terintegrasi pertama di Indonesia yang kini telah beroperasi di seluruh jaringan rumah sakit tersebut, termasuk di Bekasi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendekatkan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Kami berharap forum ini bermanfaat bagi pasien maupun masyarakat umum, agar semakin peduli dan percaya pada penanganan yang tepat,” tambah dr. Liong Ajub.
Layanan Diabetes Connection Care sendiri dikelola secara profesional oleh tim multidisiplin di bawah arahan pakar diabetes terkemuka, Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE. Metode penanganan yang diterapkan menggabungkan keahlian dokter spesialis penyakit dalam, endokrinologi dengan dokter spesialis bedah vaskular. Tujuannya adalah mengendalikan gula darah, mencegah infeksi, merawat luka, serta memperbaiki fungsi pembuluh darah pasien sesuai standar internasional.
Pendekatan yang digunakan berfokus pada pengurangan risiko secara menyeluruh, dengan pencatatan dan evaluasi data penanganan pasien secara terpusat untuk menjamin peningkatan kualitas layanan yang berkelanjutan.
Selama lebih dari lima tahun beroperasi melayani warga Bekasi dan sekitarnya, Eka Hospital terus berkomitmen mengembangkan pusat pelayanan kesehatan khusus, terutama untuk penanganan penyakit tidak menular seperti diabetes. Kegiatan edukasi ini juga menjadi sarana bagi pihak rumah sakit untuk mempererat hubungan dan kepercayaan dengan para pasien serta masyarakat luas.
