Connect with us

Online Bekasi

Embarkasi Bekasi Catat Satu Kematian Jemaah Haji, Suhu Panas Arab Saudi Jadi Sorotan

News

Embarkasi Bekasi Catat Satu Kematian Jemaah Haji, Suhu Panas Arab Saudi Jadi Sorotan

OnlineBekasi.com – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Bekasi mencatat satu jemaah haji meninggal dunia dari total 25 kelompok terbang (kloter) yang telah diberangkatkan hingga pertengahan Mei 2026.

Kepala Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Bekasi Sedya Dwisangka mengatakan, jemaah yang meninggal berasal dari kloter JKS 7 asal Kabupaten Bogor.

“Sampai saat ini sudah 25 kloter yang diberangkatkan. Untuk yang meninggal baru satu orang dari JKS 7 asal Kabupaten Bogor, usia 55 tahun, perempuan,” kata Sedya kepada wartawan, Senin (18/5/2026).

Selain itu, pihaknya juga mencatat sebanyak 17 calon jemaah haji gagal berangkat karena kondisi kesehatan yang tidak memenuhi syarat.

“Yang gagal berangkat ada 17 orang. Bervariasi, biasanya karena demensia, diabetes melitus tidak terkontrol, gangren, dan ada juga karena kehamilan berisiko tinggi,” ujarnya.

Sedya merinci, dari jumlah tersebut terdapat lima kasus demensia dan empat kasus diabetes melitus yang tidak terkontrol. Sementara satu kasus lainnya merupakan ibu hamil dengan risiko tinggi.

“Kehamilan ini berisiko karena sudah kehamilan ke-10 dan disertai hipertensi, sehingga sangat berbahaya untuk penerbangan, baik bagi ibu maupun janinnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, mayoritas jemaah yang mengalami kendala kesehatan berada pada rentang usia di atas 50 tahun, dengan dominasi usia 60 hingga 70 tahun.

Sedya juga mengungkapkan, untuk jemaah dengan kondisi tertentu seperti diabetes, masih dimungkinkan berangkat kembali setelah kondisi kesehatannya membaik.

“Kalau yang diabetes, setelah ada perbaikan bisa berangkat lagi. Jadi ada yang sempat dipulangkan di awal, kemudian kembali berangkat di kloter berikutnya setelah kondisinya lebih baik,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi kesehatan jemaah menjadi perhatian serius mengingat cuaca ekstrem di Arab Saudi yang dapat memperburuk kondisi fisik.

“Di sana suhu bisa 43 sampai 50 derajat Celcius, dengan kelembapan hanya sekitar 10–12 persen. Sangat kering dan bisa menyebabkan kelelahan hingga dehidrasi,” kata Sedya.

Klik untuk komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top