OnlineBekasi.com – Siloam Hospitals Bekasi Timur meraih Gold Status dari World Stroke Organization (WSO) melalui Angels Initiative untuk periode kuartal I dan II 2026.
Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian terhadap kinerja layanan stroke, mulai dari kesiapan fasilitas dan tenaga medis, kecepatan penanganan pasien, hingga penerapan standar tata laksana stroke akut.
Angels Consultant untuk DIY, Jateng, dan Bekasi, dr. Muhammad Fiarry Fikaris, M.Sc., mengatakan capaian tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap konsistensi rumah sakit dalam menjalankan standar pelayanan stroke.
“Penghargaan sekaligus sebagai bentuk apresiasi dari Angels Initiative atas komitmen dan konsistensinya dalam menerapkan standar pelayanan stroke yang terukur, cepat, dan berorientasi pada keselamatan serta hasil klinis pasien,” ujar Fiarry, Sabtu (22/8/2026).
Direktur Siloam Hospitals Bekasi Timur, dr. Luxandre Agung, MARS, menyambut pencapaian tersebut dengan mengapresiasi kerja seluruh tim yang terlibat dalam pelayanan stroke.
Menurutnya, penghargaan tersebut bukan menjadi akhir dari upaya peningkatan mutu layanan, melainkan menjadi dorongan untuk terus memberikan penanganan terbaik bagi pasien.
“Pencapaian Gold Status bukanlah tujuan akhir, melainkan titik awal perjalanan kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kami, sehingga pasien mendapatkan penanganan terbaik sejak pertama kali datang ke rumah sakit,” kata Luxandre.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Health Talk bertajuk “Stroke 101” yang menghadirkan dokter spesialis neurologi Siloam Hospitals Bekasi Timur, dr. Rezy Sesareza, Sp.N.
Dalam kegiatan tersebut, Rezy menjelaskan pentingnya mendapatkan pertolongan medis sesegera mungkin ketika gejala stroke muncul.
Ia juga memaparkan faktor risiko serta tanda dan gejala stroke yang perlu dikenali masyarakat sejak dini.
Menurut Rezy, kecepatan penanganan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan hasil pemulihan pasien stroke.
Pasien yang mendapatkan penanganan pada golden period sekitar 3 hingga 4,5 jam sejak munculnya gejala disebut memiliki peluang pemulihan sempurna tanpa kecacatan hingga 40 persen lebih tinggi dibandingkan pasien yang ditangani di luar periode tersebut.
“Stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang membutuhkan penanganan segera. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran masyarakat terkait gejala stroke dan kesiapan rumah sakit dalam memberikan pelayanan stroke yang cepat dan terintegrasi menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas penanganan pasien,” ujar Rezy.
