Connect with us

Online Bekasi

Kekeringan di Kabupaten Bekasi Berdampak ke 109 Ribu Warga, 15,4 Juta Liter Air Disalurkan

News

Kekeringan di Kabupaten Bekasi Berdampak ke 109 Ribu Warga, 15,4 Juta Liter Air Disalurkan

OnlineBekasi.com – Sebanyak 109.870 jiwa di Kabupaten Bekasi terdampak kekeringan yang melanda 363 titik di 54 desa. Wilayah terdampak tersebar di 14 kecamatan.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat, kondisi tersebut juga berdampak terhadap 37.025 kepala keluarga. Untuk memenuhi kebutuhan air warga, lebih dari 15,4 juta liter air telah didistribusikan hingga Selasa (6/10/2026).

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi mengatakan distribusi air masih dilakukan berdasarkan kondisi di lapangan.

“Penanganan terus kami lakukan dengan mendistribusikan air bersih dan air minum ke wilayah-wilayah yang terdampak,” kata Dodi dalam keterangannya, Rabu.

Dari total air yang telah disalurkan, BPBD Kabupaten Bekasi berkontribusi 4.685.000 liter. Kemudian PDAM menyalurkan 3.489.000 liter dan PMI sebanyak 2.623.075 liter.

Selebihnya berasal dari sejumlah pihak yang ikut membantu distribusi air.

Dampak kekeringan tidak hanya dirasakan warga. Sebanyak 539 hektare lahan pertanian di sembilan kecamatan dan 28 desa turut terdampak.

Untuk lahan pertanian, penanganan dilakukan melalui normalisasi saluran irigasi dan pompanisasi.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air di area pertanian yang terdampak.

“Penanganan tidak hanya menyasar kebutuhan air masyarakat, tetapi juga kami dorong untuk mendukung sektor pertanian yang terdampak kekeringan,” ujar Dodi.

BPBD juga melakukan sejumlah penanganan pada saluran air, mulai dari pembersihan dan pengangkutan sampah hingga penertiban bangunan liar di aliran sungai.

Distribusi air selanjutnya diprioritaskan ke wilayah yang kebutuhan airnya paling mendesak.

Dalam penanganannya, BPBD berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa, TNI/Polri, PMI, dunia usaha, organisasi masyarakat, serta sejumlah unsur lainnya.

“Prioritas kami adalah memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan akses air. Penanganan akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan,” kata Dodi.

Klik untuk komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top