Connect with us

Online Bekasi

Tri Adhianto Ungkap Rancangan PSEL Bekasi, Berkonsep Modern dan Dilengkapi Hutan Mini

News

Tri Adhianto Ungkap Rancangan PSEL Bekasi, Berkonsep Modern dan Dilengkapi Hutan Mini

OnlineBekasi.com – Pemerintah Kota Bekasi mulai mematangkan konsep pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di kawasan Bantargebang yang nantinya akan berfungsi sebagai tempat pengolahan sampah menjadi energi dan kawasan modern yang mengedepankan aspek lingkungan dan estetika.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, pembangunan PSEL tidak akan dibuat seperti kawasan industri pada umumnya yang identik dengan kesan kumuh.

Menurut dia, proyek tersebut akan mengusung konsep pembangunan berkelanjutan dengan tampilan yang lebih representatif.

“Bukan hanya sekadar membangun pabrik, tetapi membangun satu konsep pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Konsep bangunannya nanti akan lebih mewah daripada Summarecon dan juga Four Points,” kata Tri, Selasa (23/6/2026).

Menurut Tri, Pemerintah Kota Bekasi ingin mengubah pandangan masyarakat terhadap fasilitas pengolahan sampah.

Karena itu, desain kawasan PSEL disiapkan agar tetap nyaman dipandang sekaligus mendukung fungsi pengelolaan sampah modern.

Salah satu fasilitas yang akan dibangun di dalam kawasan tersebut adalah ruang terbuka hijau berupa hutan mini seluas sekitar 1,1 hektare.

Area hijau itu disiapkan sebagai bagian dari konsep lingkungan yang menyertai pembangunan PSEL.

Selain menghasilkan energi, fasilitas tersebut juga dirancang untuk mengolah residu sisa pengolahan sampah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis.

Residu itu nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai kebutuhan industri.

“Termasuk di dalamnya kami akan membangun hutan mini seluas 1,1 hektare. Hasil pengolahan sampah nantinya juga akan diproduksi ulang menjadi berbagai produk yang memiliki nilai manfaat,” ujarnya.

Tri menegaskan, seluruh konsep yang saat ini dipaparkan harus diwujudkan oleh pihak pelaksana proyek.

Pemerintah Kota Bekasi akan mengawasi proses pembangunan dan tidak menutup kemungkinan menolak serah terima apabila hasil akhir tidak sesuai dengan komitmen yang telah disepakati.

“Apa yang dijanjikan harus sesuai dengan yang dibangun. Jika nanti pada saat serah terima tidak sesuai, Pemerintah Kota Bekasi bisa menolak,” tutup Tri.

Sebagai informasi, Pemkot Bekasi telah menyiapkan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk pengadaan lahan stasiun PSEL di kawasan TPS Sumurbatu, Bantargebang.

Sementara pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi tersebut direncanakan didukung pemerintah pusat melalui program pengembangan PSEL di sejumlah kota di Indonesia.

Klik untuk komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top