Connect with us

Online Bekasi

Penolakan Transportasi Online Terus Meluas

News

Penolakan Transportasi Online Terus Meluas

Online Bekasi – Penolakan kehadiran ojek online kian meluas. Ojek pangkalan maupun sopir angkot di sejumlah daerah ramai-ramai menolak kehadiran transportasi berbasis aplikasi tersebut.

Berdasarkan data dihimpun Online Bekasi, awalnya penolakan terjadi di wilayah Tangerang, kemudian merembet ke Bekasi. Untuk menyelesaikan konflik terjadi mediasi yang dimediatori kepolisian.

Walhasil, terdapat sejumlah kesepakatan, misalnya ojek online tak boleh menarik penumpang di beberapa titik seperti pusat keramaian semacam stasiun, terminal.

Di Jawa Timur, ojek pangkalan maupun transportasi konvensional juga pernah demo. Misalnya, di Malang, Jawa Timur. Di sana, mereka sampai melakukan sweeping kepada transportasi online.

Terbaru, ojek pangkalan menolak kehadiran ojek online di beberapa daerah di Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Konflik tersebut sampai membuat lembaga eksekutif maupun legislatif turun tangan.

“Saya mohon Pak Bupati agar menolak ojek online, mohon perhatikan kami,” ujar pendemo di Garut, Jawa Barat, Tole, Selasa (18/7).

Di media sosial beredar penolakan ojek online di Bandar Lampung. Sejumlah warga internet menyebut penolakan lantaran tak mengikuti perkembangan zaman serba teknologi. (fiz)

1 Comment

1 Comment

  1. Adi

    19 Juli 2017 at 06:14

    Kalo mau sama2 ditolak tu angkot,bikin macet keba yakan sopir tembak dibawah umur gak punya sim,surat2 bodońg.bawanya juga kadang ugal2an.benahi dl coba kalo bisa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top