Onlinebekasi – Pemerintah Kota Bekasi tengah fokus membenahi tata kota dengan melakukan penertiban bangunan liar (Bangli). Kegiatan itu merupakan bentuk dukungan Pemkot Bekasi terhadap kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Kepala Dinas Tata Ruang (Kadistaru) Kota Bekasi, Dzikron mengatakan, pihaknya melibatkan berbagai unsur mulai dari kecamatan, kelurahan, TNI hingga Polri dalam melakukan pembongkara bangli.
Distaru Kota Bekasi, lanjut Dzikron, menargetan mengeksekusi 27 bangli tiap minggunya.
“Seminggu ini akan terus melakukan penertiban bangunan-bangunan liar yang ada di Kota Bekasi dengan jumlah dua puluh tujuh titik yang akan di eksekusi,” kata Dzikron, Selasa (29/4).
Selain penertiban bangli, Pemkot Bekasi juga tengah fokus melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL).
Beberapa waktu lalu, Walikota Bekasi Tri Adhianto geram dengan banyaknya PKL yang memiliki tempat tinggal sementara di area Taman Hutan Kota Bekasi dan Alun-Alun M Hasibuan.
“Saya sangat menyayangkan, taman yang seharusnya menjadi ruang terbuka hijau dan tempat bersantai bagi masyarakat, justru dijadikan rumah singgah oleh para pedagang. Gerobak mereka pun berserakan dan merusak estetika kota,” ujar Tri.
Tri kemudian menugaskan Kepala UPTD Hutan Kota hingga Satpol PP untuk melakukan penataan kawasan tersebut dengan baik. Ia meminta agar ada pengawasan dan penataan ulang terhadap para pedagang yang beraktivitas di kawasan taman tersebut.
“Kita tindak tegas pedagang-pedagang liar yang mengokupasi taman hutan kota. Kita tidak bisa biarkan kawasan publik berubah fungsi seperti ini,” ujarnya. (dpr)
