OnlineBekasi.com – Musibah banjir rob merendam dua desa di Kabupaten Bekasi sejak Rabu (1/12/2025). Dua wilayah yang terdampak berada di Desa Samudra Jaya, Kecamatan Tarumajaya, serta Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan.
Saiful (35), warga Kampung Sembilangan di Desa Samudra Jaya, mengatakan ketinggian air sempat mencapai sekitar 80 sentimeter.
“Tinggi air beda-beda karena kontur tanahnya juga beda. Di dekat rumah saya sekitar 50 sentimeter, tapi di daerah lain bisa tembus 80 sentimeter,” ujarnya, Senin (8/12/2025).
Menurut Saiful, banjir rob memang selalu datang, namun untuk di tahun 2025, total sudah 8 kali banjir rob terjadi.
Perbedaan itu terlihat setelah di tahun-tahun sebelumnya, banjir rob hanya terjadi dua kali dalam satu tahun.
Ia juga mengeluhkan soal banjir kali ini yang membuat warga mengalami gatal-gatal dan demam.
Selain itu, fasilitas ibadah seperti musala tidak dapat digunakan karena terendam air dan tambak juga tergenang.
“Warga di sini kebanyakan petani tambak. Mereka rugi besar karena kolamnya tergenang dan gagal panen,” lanjutnya.
Saiful berharap pemerintah daerah, baik Kabupaten Bekasi maupun Provinsi Jawa Barat, turun langsung meninjau lokasi banjir. Hingga hari kedelapan, warga mengaku belum menerima bantuan apa pun.
“Kami butuh solusi jangka panjang. Jangan sampai tempat ini terus menjadi langganan banjir,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dusun III Desa Samudra Jaya, Nurhasan, menyebutkan terdapat sekitar 300 kepala keluarga yang terdampak.
Ia mengakui bantuan masih dalam proses dan berharap segera terealisasi.
“Harapannya ada bantuan khusus untuk warga, terutama dukungan sektor perikanan tambak, obat-obatan, dan sembako,” kata Nurhasan.
