OnlineBekasi.com – Sebuah video yang memperlihatkan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto diancam menggunakan sebilah golok oleh warga saat penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Perumahan Duta Harapan, Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, beredar di jagat maya.
Dalam video itu, Tri yang didampingi oleh pejabat Forkopimda Kota Bekasi tiba-tiba diancam oleh satu pria yang menolak untuk ditertibkan.
Situasi yang sempat memanas akhirnya dapat diredam dan aksi pengancaman itu tidak sampai melukai pejabat yang hadir di lokasi.
Menanggapi kejadian tersebut, Tri mengatakan bahwa kondisi tersebut merupakan dinamika di lapangan.
“Dalam menghadapi situasi, itu harus tenang. Kami sebagai aparatur bukan represif karena itu warga,” kata Tri kepada wartawan, Senin (9/2/2026).
Tri menilai bahwa saat ini ada degradasi moral di masyarakat.
Emosi yang gampang tersulut, mudah mengeluarkan kalimat umpatan, adalah bukti moral kurang baik saat ini sedang terjadi.
Namun demikian, ia menekankan bahwa sebagai pemimpin daerah, aparatur tidak mudah tersulut.
“Masyarakat mudah tersulut emosi, mudah mengeluarkan kata-kata kotor. Saya mengingatkan aparatur untuk tidak terpancing,” ucap Tri.
Ia pun menjelaskan bahwa kegiatan penertiban tidak perlu dilakukan secara terburu-buru, melainkan bertahap dan disertai dengan edukasi
“Program pemerintah tidak akan berhasil kalau masyarakat tidak ikut serta,” ucap dia.
