OnlineBekasi.com – Sebanyak 11 korban luka bakar akibat ledakan di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Satia Sriwijayanti Anggraini mengatakan, total korban dalam insiden tersebut mencapai 22 orang, dengan dua di antaranya meninggal dunia.
“Sebanyak 11 orang masih menjalani perawatan,” kata Satia kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).
Sementara itu, sembilan korban lainnya telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.
“Betul, dua orang meninggal dunia dan ada yang sudah kembali,” ujarnya.
Satia belum memerinci identitas para korban yang masih dirawat maupun yang telah dipulangkan.
Terpisah, Camat Mustikajaya Maka Nachrowi membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut sebagian korban masih dirawat di rumah sakit, sementara lainnya sudah kembali ke rumah.
“Ada yang masih di rumah sakit dalam perawatan, kemudian ada yang sudah berobat jalan,” kata Maka.
Selain penanganan korban, pihak kecamatan juga akan menggelar rapat bersama pengelola dan pemilik SPBE untuk membahas tindak lanjut pascakejadian.
Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis (9/4/2026) dengan melibatkan sejumlah pihak terkait.
Menurut Maka, pembahasan terkait ganti rugi terhadap warga terdampak masih dalam tahap koordinasi dengan Pemerintah Kota Bekasi.
“Untuk ganti rugi belum tahu, nanti diputuskan dalam rapat. Kalau warga sih tetap minta ganti,” ujarnya.
