Connect with us

Online Bekasi

Modus Penipuan Haji di Bekasi, Korban Rugi Ratusan Juta Usai Dihubungi Lewat Telepon Misterius

News

Modus Penipuan Haji di Bekasi, Korban Rugi Ratusan Juta Usai Dihubungi Lewat Telepon Misterius

OnlineBekasi.com – Kasus penipuan dengan modus percepatan keberangkatan haji terjadi di Kota Bekasi. Seorang warga dilaporkan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah setelah mengikuti arahan pelaku yang mengaku menawarkan sisa kuota haji.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bekasi, Rian Fauzi, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait modus penipuan tersebut.

“Kurang lebih ada 20 orang masyarakat yang konfirmasi ke kami setelah ditelepon oleh orang tidak dikenal yang menjanjikan percepatan haji,” kata Rian.

Pelaku disebut menghubungi korban melalui telepon dan meminta data pribadi, seperti KTP elektronik, serta mengarahkan korban untuk mengakses tautan tertentu.

Dari sejumlah laporan yang masuk, awalnya belum ada korban yang mengalami kerugian. Namun, satu kasus akhirnya dilaporkan dengan nilai kerugian cukup besar.

“Ada pasangan suami istri yang menjadi korban, kerugiannya kurang lebih Rp600 juta,” ujarnya.

Korban diketahui merupakan pedagang. Mereka mengikuti seluruh arahan pelaku hingga ponsel yang digunakan tiba-tiba tidak dapat diakses.

“Setelah itu mereka curiga dan mengecek rekening, ternyata saldo sudah terkuras, tersisa sekitar Rp400 ribu,” kata Rian.

Ia menegaskan bahwa modus ini tidak hanya terjadi di Bekasi, tetapi juga ditemukan di sejumlah daerah lain di Indonesia.

Menurut Rian, pelaku memanfaatkan kondisi calon jemaah haji yang sudah terdaftar untuk menawarkan percepatan keberangkatan dengan dalih adanya sisa kuota.

“Kami tegaskan, tidak ada permintaan data melalui telepon. Kalau ada informasi, pasti kami arahkan untuk datang langsung ke kantor,” tegasnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengaku dari instansi resmi dan meminta data pribadi secara daring.

“Jangan mudah percaya dengan telepon tidak dikenal, apalagi diminta mengirim data. Sebaiknya langsung konfirmasi ke kantor agar tidak menjadi korban,” katanya.

Klik untuk komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top