Connect with us

Online Bekasi

Usut Kasus Peluru Nyasar yang Lukai Bocah di Setu, Polisi Periksa Rumah Warga Satu per Satu

News

Usut Kasus Peluru Nyasar yang Lukai Bocah di Setu, Polisi Periksa Rumah Warga Satu per Satu

OnlineBekasi.com – Kepolisian masih menyelidiki kasus dugaan peluru nyasar yang melukai seorang bocah perempuan berusia 9 tahun di Kampung Lubang Buaya, Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Minggu (5/7/2026).

Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah mengatakan, proses penyelidikan saat ini dilakukan dengan mendatangi satu per satu rumah warga.

“Karena di kawasan tersebut minim CCTV, penyelidikan dilakukan secara manual dengan mendatangi warga satu per satu untuk mencari informasi terkait orang yang diduga menggunakan senapan angin di sekitar lokasi,” kata Usep kepada wartawan, Rabu (8/7/2026).

Ia mengungkapkan, proses penyelidikan saat ini dilakukan bersama Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi saat peristiwa terjadi.

“Enam orang telah diperiksa, tiga teman korban yang saat itu bermain bersama, satu warga yang berada di lokasi kejadian, serta Ketua RT dan Ketua RW setempat,” ucap dia.

Lebih lanjut, pihaknya juga telah mengamankan proyektil yang berhasil diangkat dari tubuh korban.Barang bukti tersebut kini sedang diperiksa di laboratorium forensik melalui uji balistik guna mengetahui spesifikasi dan jenis proyektil yang digunakan.

Peristiwa peluru nyasar itu bermula saat A sedang bermain bersama tiga temannya di lahan kosong yang berada di sekitar permukiman warga dan berbatasan langsung dengan area persawahan.

Di tengah aktivitas bermain, korban tiba-tiba berteriak kesakitan setelah merasakan ada benda yang mengenai tubuhnya.

Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian memberikan pertolongan dan membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

Setelah sempat menjalani pemeriksaan di sejumlah fasilitas kesehatan, korban akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta.

Dokter kemudian melakukan operasi untuk mengangkat proyektil yang bersarang di tubuh korban.

“Dari hasil operasi, proyektil berhasil diangkat dan diduga merupakan peluru dari senapan angin,” ujar Usep.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga proyektil tersebut berasal dari senapan angin yang digunakan untuk aktivitas berburu.

Dugaan itu muncul setelah penyidik memperoleh informasi adanya sejumlah warga yang memiliki senapan angin dan kerap berburu burung maupun tupai di area persawahan sekitar lokasi kejadian.

“Di wilayah tersebut memang ada masyarakat yang menggunakan senapan angin untuk berburu. Karena itu kami masih mendalami kemungkinan keterkaitannya dengan peristiwa ini,” kata Usep.

Klik untuk komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top