OnlineBekasi.com – Pemerintah Kota Bekasi mulai merealisasikan pembangunan perpustakaan dengan konsep modern yang nantinya akan dikembangkan secara bertahap hingga 2028 di Jalan Jenderal Sudirman, Bekasi Barat, Kota Bekasi.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan pembangunan perpustakaan modern merupakan salah satu program yang ia miliki ketika di masa kampanye pada 2024 lalu.
Menurutnya, fasilitas itu dirancang untuk kebutuhan warga terhadap akses informasi, literasi, hingga ruang publik yang lebih nyaman.
“Kami berharap memiliki perpustakaan yang modern, nyaman, dan dapat menjawab kebutuhan informasi masyarakat. Ini merupakan langkah awal karena pembangunan tidak bisa diselesaikan hanya dalam satu tahun anggaran,” kata Tri saat meninjau lokasi pembangunan, Jumat (10/7/2026).
Tri menjelaskan, pengembangan perpustakaan akan dilakukan secara bertahap selama dua hingga tiga tahun ke depan.
Saat ini bangunan yang direhabilitasi baru memiliki tiga lantai, sementara kebutuhan ideal diperkirakan mencapai lima lantai.
Selain menyediakan koleksi buku, perpustakaan tersebut juga akan dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang yang menyasar generasi muda.
“Kami menyiapkan ruang animasi, studio audiovisual, area hiburan edukatif, hingga working space yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk belajar maupun bekerja Bahkan nantinya bisa dimanfaatkan sebagai working space dengan dukungan fasilitas yang memadai,” ujar Tri.
Menurut dia, desain bangunan juga masih akan disempurnakan agar lebih sesuai dengan konsep perpustakaan modern yang diusung pemerintah daerah.
Masukan dari masyarakat masih terbuka selama proses perencanaan berlangsung.
Tri menambahkan, fasilitas ramah disabilitas juga akan menjadi bagian dari pengembangan perpustakaan tersebut.
Pemerintah berencana menyediakan lift, jalur khusus disabilitas, hingga koleksi buku braille untuk memudahkan akses seluruh kelompok masyarakat.
“Karena nantinya bangunan akan sampai lima lantai, tentu kami siapkan fasilitas yang memudahkan penyandang disabilitas. Termasuk buku-buku braille dan sarana pendukung lainnya,” kata dia.
Ia mengatakan, perpustakaan itu ditargetkan rampung pada akhir 2028. Ke depan, fasilitas publik tersebut tidak hanya menjadi pusat literasi, tetapi juga ruang kolaborasi dan aktivitas kreatif bagi warga Kota Bekasi.
“Selama masih dalam tahap perencanaan, kami terbuka menerima masukan dari masyarakat agar hasil akhirnya benar-benar sesuai kebutuhan warga,” ujar Tri.
