Connect with us

Online Bekasi

Kasus Mobilisasi Pelajar di Bekasi, Polisi Amankan Tiga Admin Akun Instagram

News

Kasus Mobilisasi Pelajar di Bekasi, Polisi Amankan Tiga Admin Akun Instagram

OnlineBekasi.com – Pengembangan kasus dugaan mobilisasi pelajar untuk mengikuti aksi di Jakarta kembali dilakukan Polres Metro Bekasi Kota. Setelah menetapkan alumni SMK berinisial F sebagai tersangka, polisi kini mengamankan tiga pelajar yang diduga mengelola akun Instagram lain dalam jaringan tersebut.

Satu pelajar diamankan pada 25 September 2026, sedangkan dua lainnya diamankan pada 29 September 2026. Ketiganya masih berstatus sebagai saksi dan masih bersekolah.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Verdika Bagus Prasetya mengatakan, ketiga pelajar tersebut tergabung dalam grup Instagram yang beranggotakan 76 akun.

“Pengembangan perkara mengarah pada tiga pelajar lainnya yang menjadi pengelola atau admin akun Instagram lainnya. Kami mengamankan pelajar tersebut, yang satu orang pada Jumat 25 September dan yang dua lainnya pada Selasa 29 September 2026,” kata Verdika, Rabu (30/9/2026).

Dari pemeriksaan, ketiganya mengaku menerima ajakan melalui grup tersebut sebelum berangkat ke Jakarta bersama teman-teman sekolah lainnya.

Mereka juga termasuk pelajar yang sempat diamankan Polda Metro Jaya saat aksi pada 27 Agustus 2026. Setelah itu, mereka mengikuti kegiatan bela negara selama 10 hari di Sentul mulai 4 September 2026.

Polisi kini masih menelusuri peran masing-masing akun dalam proses mobilisasi tersebut. Sebab, tidak seluruh anggota grup berangkat ke Jakarta.

Menurut Verdika, sebagian pelajar yang menerima ajakan kemudian mengajak teman lain di sekolahnya sehingga jumlah pelajar yang berangkat mencapai sekitar 80 orang dari beberapa sekolah.

“Jadi satu orang itu mungkin mengajak beberapa rekan lainnya di dalam satu sekolah untuk berangkat,” ujarnya.

Dalam perkara ini, polisi sebelumnya menangkap F pada 24 September 2026.

Alumni SMK tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan karena diduga mengajak pelajar mengikuti aksi sekaligus menentukan titik kumpul keberangkatan.

Polisi juga masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain yang diduga mengarahkan atau memfasilitasi mobilisasi tersebut, termasuk kemungkinan adanya pihak yang mendanai.

Sejauh pemeriksaan sementara, polisi belum menemukan adanya iming-iming uang kepada para pelajar.

“Dorongannya adalah mereka ingin mencari sensasi. Kemudian aktualisasi diri, pengakuan bahwa dengan mengikuti kegiatan aksi dan mengikuti kerusuhan itu bagi mereka sesuatu hal yang hebat,” jelas dia.

Selain mengembangkan peran para pengelola akun, polisi masih mendalami pola ajakan atau doktrin yang berkembang di dalam jaringan tersebut.

“Untuk doktrin kami masih dalami ya. Tapi memang ini menjadi sebuah fenomena dan ini memang harus kita tindak lanjuti bersama,” ujarnya.

Klik untuk komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top