Connect with us

Online Bekasi

Profil Ulama Perempuan: Buku 75 Tahun Hj. Atiqoh Noer Alie Hadir sebagai Inspirasi

Pendidikan

Profil Ulama Perempuan: Buku 75 Tahun Hj. Atiqoh Noer Alie Hadir sebagai Inspirasi

OnlineBekasi.com- Sebanyak 800 peserta dari berbagai kalangan memadati Plaza Masjid Albaqiyatussalihat, Pondok Pesantren Attaqwa Putri, Bekasi, Sabtu (25/4/2026). Dalam acara akbar ini, digelar empat agenda besar sekaligus, yakni peluncuran buku peringatan 75 tahun Hj. Atiqoh Noer Alie, tasyakuran empat dekade kepemimpinan, haul ke-13 Almagfurlah H. Abdul Fattah Hidayat, serta peresmian Atiqoh Noer Alie Center.

Acara dihadiri oleh keluarga besar Almagfurlah KH. Noer Alie, jajaran pimpinan Yayasan Attaqwa, hingga tokoh nasional. Di antara hadirin adalah Pimpinan Pusat Aisyiyah Prof. Dr. Hj. Masyitoh Chusnan, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI Dr. KH. Muchlis M. Hanafi, Ketua BKMT Jawa Barat Dr. Hj. Atifah Hasan, serta perwakilan dari Universitas Indonesia, UMJ, dan ITB.

Peluncuran buku menjadi momen puncak yang menyedot perhatian. Buku ini tidak hanya merekam perjalanan hidup, tetapi juga mengungkap proses pembentukan karakter Hj. Atiqoh sejak masa pendidikan.

“Sejak di Mu’allimat, saya melihat Kak Atiqoh sebagai pribadi yang sangat tekun, disiplin, dan menjalani proses belajar dengan kesungguhan tanpa keluhan,” ujar Prof. Dr. Hj. Masyitoh Chusnan, Pimpinan Pusat Aisyiyah yang juga sahabat lama beliau.

Menurutnya, ketekunan tersebut membentuk kapasitas intelektual dan kedewasaan sikap. Kepemimpinan Hj. Atiqoh dinilai sangat humanis, egaliter, dan tidak pernah menciptakan jarak.

“Ia adalah sosok yang hangat, tidak menciptakan jarak, dan selalu menghadirkan suasana akrab. Dalam dirinya terintegrasi sempurna ilmu, akhlak, dan pengabdian, sebuah kesatuan yang menjadi inti dari kepemimpinan yang sejati,” tegasnya.

Prof. Masyitoh berharap buku ini menjadi sumber inspirasi bagi penguatan peran perempuan dalam pendidikan, dakwah, dan transformasi sosial.

Di sisi lain, peresmian Atiqoh Noer Alie Center diharapkan menjadi tonggak baru gerakan sosial berbasis nilai pesantren. Direktur Eksekutif lembaga ini, Dr. Khaerul Umam Noer, menjelaskan visi dan misinya.

“Atiqoh Noer Alie Center berdiri bukan sekadar sebagai lembaga, tetapi sebagai upaya menerjemahkan nilai-nilai yang diwariskan ke dalam konteks zaman hari ini agar tetap berdampak dan berkelanjutan,” ujarnya.

“Jika Attaqwa adalah pohon besar, maka Atiqoh Center adalah biji yang tumbuh menjadi bibit, bukan untuk menyaingi, melainkan menjadi supporting system yang memastikan kesinambungan nilai lintas generasi,” sambung Dr. Khaerul Umam Noer.

Lembaga ini akan fokus pada program pencegahan kekerasan, Dukungan Psikologis Awal (DPA), pendampingan komunitas, hingga advokasi kebijakan melalui kerja sama dengan Komnas Disabilitas, Komnas Perempuan, dan berbagai institusi lainnya.

Acara diakhiri dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan penghormatan atas perjalanan panjang pengabdian Hj. Atiqoh Noer Alie.

Klik untuk komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top