OnlineBekasi.com – Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis Aryana mengungkapkan pemeriksaan tim investigasi PT Hino Motors Sales Indonesia bahwa rem truk molen bernomor polisi B 9548 MV tidak sesuai standar pabrikan.
Truk molen tersebut merupakan truk yang menabrak dan menewaskan enam orang di Jalan Cut Mutia, Margahayu, Bekasi Timur, Minggu (1/11/2026).
“Konektor pada jalur udara menuju saluran rem diketahui bukan produk asli Hino dan mengalami kerusakan hingga menyebabkan kebocoran udara,” kata Putu dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).
Putu menjelaskan, proses pengecekan rem itu dilakukan oleh tim agen tunggal pemegang merek (ATPM) PT Hino Motors Sales.
Hasil pemeriksaan tim ATPM lantas menemukan konektor pada jalur udara dari tangki menuju saluran rem atau brake pipe sudah rusak.
Komponen rem juga diketahui bukan produk asli Hino dan tidak mengikuti spesifikasi yang ditetapkan pabrikan.
“Kerusakan konektor tersebut yanh mengakibatkan udara bocor dari sistem pengereman dan membuat tekanan udara terganggu sehingga rem tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya,” ucap Putu.
Ia pun juga menjelaskam bahwa pemeriksaan dilakukan oleh lima orang, terdiri dari tiga anggota tim investigasi ATPM serta kepala mekanik dan mekanik dari pihak dealer Hino.
Putu mengingatkan para pemilik kendaraan angkutan berat agar memperhatikan penggunaan komponen dan perawatan kendaraan, terutama pada sistem pengereman.
“Sistem rem adalah benteng terakhir keselamatan di jalan raya. Kami mengajak para pemilik truk untuk menggunakan komponen asli dan mempercayakan perawatan kendaraannya kepada bengkel yang kompeten,” ujarnya.
Sebagai informasi, truk tersebut mengalami kecelakaan pada Minggu (1/11/2026). Akibatnya, enam orang dinyatakan meninggal dunia dan enam orang lain terluka.
