OnlineBekasi.com – Empat korban kecelakaan truk molen di Jalan Cut Mutia, Rawalumbu, Kota Bekasi, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Juwita. Dua pasien anak berusia 3 dan 7 tahun dilaporkan menunjukkan perkembangan kondisi fisik yang baik.
Direktur RS Juwita Dr. Slamet Efendy mengatakan, keempat korban langsung mendapat penanganan di instalasi gawat darurat (IGD) setelah tiba di rumah sakit pada Minggu (1/11/2026). Ia menyebut, penanganan dilakukan karena seluruh pasien mengalami benturan di kepala.
“Karena mengalami benturan kepala, seluruh pasien menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk CT scan kepala. Rumah sakit juga mengonsultasikan kondisi mereka kepada dokter spesialis saraf dan ortopedi untuk menentukan penanganan lebih lanjut,” kata Slamet di lokasi, Selasa (3/11/2026).
Sementara itu, Manajer RS Juwita, Virgi, menjelaskan dua pasien anak saat ini sudah bisa berjalan, turun dari tempat tidur, hingga beraktivitas menggunakan telepon genggam.
Sementara pasien dewasa masih membutuhkan pemantauan lebih lanjut, terutama salah satu pasien yang masih dalam observasi.
Selain pemulihan fisik, kondisi psikologis kedua anak juga menjadi perhatian. Salah satu anak diketahui kehilangan ibunya dalam kecelakaan tersebut.
“Kalau untuk dua anak sudah bagus sekali kondisinya. Sekarang yang kita jaga juga dari sisi psikologis, karena ada yang ditinggal ibunya, yang paling kecil,” ujar Virgi.
Menurut Virgi, anak-anak tersebut terkadang masih mencari ibunya ketika dibersihkan atau diganti pakaiannya. Meski demikian, keberadaan keluarga yang turut mendampingi diharapkan membantu proses pemulihan mereka.
Terkait pembiayaan perawatan, Slamet menjelaskan korban kecelakaan lalu lintas dapat memperoleh penjaminan dari Jasa Raharja.
Apabila biaya perawatan melampaui batas tanggungan Jasa Raharja sebesar Rp20 juta dan pasien memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan, sisa biaya dapat dikoordinasikan melalui skema Coordination of Benefit (COB).
Pihak RS Juwita juga memastikan penanganan medis terhadap keempat korban sejauh ini berjalan lancar. Namun, keputusan mengenai waktu kepulangan pasien tetap menunggu penilaian dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP).
“Alhamdulillah sejauh ini lancar, mulai dari UGD sampai pemeriksaan. Untuk indikasi pulang, semuanya menjadi keputusan dokter spesialis yang merawat pasien,” tutup Slamet.
