OnlineBekasi.com – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto membantah adanya unsur nepotisme dalam pengangkatan adik iparnya, Solikhin, sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi.
Tri menegaskan, pengisian jabatan tersebut dilakukan melalui seleksi terbuka. Ia mengklaim tidak melakukan intervensi selama proses berlangsung.
“Ya tidak ada lah ya nepotisme, itu kan terbuka, lelangnya juga terbuka, ada prosesnya,” kata Tri, Rabu (4/11/2026).
Menurut Tri, tahapan seleksi Sekda serupa dengan seleksi terbuka untuk jabatan pimpinan tinggi pratama atau kepala dinas.
Prosesnya meliputi tes Computer Assisted Test (CAT) di Mabes Polri, penulisan naskah, pemaparan, wawancara, hingga pemeriksaan kesehatan.
Ia juga menyebut seluruh tahapan dilakukan oleh tim independen, termasuk proses pengujian dan penilaian terhadap para kandidat.
“Kalau saya sih semua dilakukan secara terbuka, saya tidak pernah melakukan intervensi, dan itu dilakukan oleh tim independen, pengujinya juga, CAT juga dilakukan di Mabes Polri,” paparnya.
Tri menambahkan, para kandidat mengikuti proses seleksi dengan serius. Bahkan, sejumlah peserta disebut mempersiapkan diri melalui bimbingan belajar sebelum menjalani tes CAT.
“Sejumlah kandidat sebelum tes itu sampai ikut bimbel, karena mereka serius dalam mengikuti setiap tahapan seleksi. Harapannya bimbel itu untuk mendapatkan hasil penilaian yang sesuai dengan kemampuan masing-masing,” pungkasnya.
Sebelumnya, Tri melantik 67 pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Senin (2/11/2026).
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Aula Nonon Sonthanie, Gedung Pemkot Bekasi, Kecamatan Bekasi Selatan.
Solikhin menjadi salah satu pejabat yang dilantik dalam kesempatan tersebut. Sebelum menjabat Sekda Kota Bekasi, ia merupakan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi.
